LIKA LIKU TV DIGITAL

Jakarta (12/1/2015): Era TV digital telah tiba. Sejak akhir 2012, komersialisasi penyiaran TV digital telah dimulai. Namun demikian, implementasi teknologi penyiaran yang berdampak pada efisiensi pemanfaatan spektrum frekuensi ini berjalan penuh liku. Tidak mudah dan tidak mulus seperti yang diharapkan. Pro Kontra muncul di kalangan stakeholder industri penyiaran. Kebijakan yang telah diterbitkan pemerintah cq. Kemenkominfo yaitu Peraturan Menkominfo Nomor 22 tahun 2011 digugat oleh sekelompok Asosiasi dan Mahkamah Agung memutuskan agar Permen tersebut dicabut. Untuk menjamin tetap terlaksananya kegiatan implementasi penyiaran TV digital mengingat infrastruktur  telah dibangun oleh operator multipleksing TV digital, Kemenkominfo menerbitkan Peraturan Menkominfo Nomor 32 tahun 2013 sebagai payung hukum penyelenggaraan penyiaran TV digital dengan konten yang telah disesuaikan dengan putusan MA.
Baca Selengkapnya ...

KPI Rampungkan Seleksi TV Digital

KPI Rampungkan Seleksi TV DigitalTEMPO.CO, Bandung - Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Sujarwanto Rahmat M Arifin mengatakan, lembaganya sudah merampungkan seleksi lembaga penyiaran untuk bersiaran lewat televisi digital. "Baru proses seleksi, dalam waktu dekat beberapa akan mendapat izin, setelah itu baru mereka melakukan percobaan siaran," kata dia di Bandung, Rabu, 24 September 2014. Menurut Rahmat, KPI di daerah sudah rampung proses seleksinya yang dimulai sejak sebulan lalu. Terbanyak di Jawa Barat yang meloloskan 17 televisi, disusul DKI Jakarta 14 televisi, dan Banten 2 televisi serta Kepulauan Riau. Dalam waktu dekat menyusul Jawa Timur dan Jawa Tengah. (Baca juga: Penyelenggara Penyiaran Ikut Seleksi TV Digital) Provinsi Kepulauan Riau, menurut dia, menjadi satu-satunya daerah di luar Jawa yang mendapat prioritas untuk televisi digital. "Karena ada kaitannya dengan perang informasi dengan negara tetangga. Kepri tahun ini didahulukan," kata Sujarwanto. Lembaga KPI Daerah yang ditugasi menggelar seleksi itu diwanti-wanti agar mempertimbangkan komposisi televisi yang lolos seleksi itu. "Semangat Undang-Undang Penyiaran itu diversity of ownership, dan diversity of content," kata Sujarwanto. Kementerian Komunikasi Dan Informasi menjanjikan akan secepatnya menerbitkan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP), yang menjadi izin sementara agar lembaga penyiaran itu bisa menggelar siaran percobaan sebelum mengantungi izin tetap. "Sebelum Pak Tif (Menkominfo) mundur, rencananya Beliau akan teken beberapa IPP. Pak Tif akan mundur sebelum 1 Oktober," kata dia. Kementerian juga sudah menggelar lelang untuk pengelola Network Provider penyelenggara siaran digital itu. Sejumlah jaringan bisnis penyelengara siaran televisi saat ini sudah memenangkan tender provider siaran digital itu di antarnaya Viva, Elang Mahkota Teknologi (SCTV), serta grup Trans. "Ketika menjadi pemenang Network Provider, mereka harus menyumbangkan sejumlah Set Top Box, yang akan dibagikan pada masyarakat secara cuma-cuma," kata dia. Menurut dia, pola bisnis televisi digital berbeda dengan siaran analog saat ini, karena membutuhkan alat bantu Set Top Box. Rata-rata tiap ibu kota provinsi diberi 6 slot frekwensi yang masing-masing frekuensi bisa menyiarkan bersamaan 6-12 siaran televisi. Pemerintah belum melepas semua slot yang tersedia. Network Provider itu akan mengelola masing-masing frekuensi untuk siaran digital itu. "Pemancar satu, tapi dipakai bareng-bareng. Tergantung teknologinya, kalau SD (Standard Definition) bisa sampai 12 televisi, kalau teknologi HD (High Definition) mungkin separuhnya," kata Sujarwanto. Sujarwanto optimistis akhir tahun ini, masyarakat bisa menikmati siaran televisi digital. Hanya, dia meminta agar pemerintah secepatnya melakukan sosialisasinya. "Bagusnya pemerintah membuat sosialisasi bahwa sebentar lagi masuk televisi digital, sehingga masyarakat punya persiapan," kata dia. Ketua Komisi Hukum Dan Regulasi, Asosiasi Televisi Swasta Indonesia, Neil Tobing mengatakan, organisasinya berharap agar keberadaan televisi digital tidak malah menjadikan bisnis televisi menjadi jenuh karena terlalu banyak pemain. "Kami minta pemerintah menyiapkan regulasi yang substansinya tetap akan melindungi pemain di industri televisi yang sudah ada saat ini," kata dia.


AHMAD FIKRI



HARGA PAKET PARABOLA

Tiap PAKET PARABOLA DIGITALL yang anda pilih anda akan mendapatkan 
(Tergantung jenis paket parabola ) :
* 1 Unit Parabola  
* 1 Unit Receiver Digitall
* Unit LNBF 
* 1 Set Acctuator + Possitioner
* 10 mtr Kabel Coaxial 5C 75 ohm
* 10 mtr Kabel Controll
* 1 Set Tiang Standart 1,5 mtr
* Pemasangan Gratis 1 TV
* Garansi Pemasangan 3 bln
* Garansi Receiver 1 thn

HUB :

089 668 666 443
0853 2776 1705


PAKET

CHANNEL

LNB

HARGA
1
40
2 LNB
1.100.000
2
90
3 LNB
1.200.000
3
140
4 LNB
1.300.000
4.HDMI
150
4 LNB
2.000.000
5.Resiver YESTV
140
4 LNB
1.750.000
6.Gerak
400
1 LNB
1.750.000
7.2TV R
40
2 LNB
1.800.000
6.4TV R
40
2 LNB
2.500.000
6.2TV R
80
3 LNB
2.500.000
Baca Selengkapnya ...

KPID: April 2013 televisi digital efektif berlaku

Targernya April 2013 penyelenggaraan TV digital sudah diberlakukan seluruhnya di DKI Jakarta dan Banten. Untuk seluruh Indonesia, pemerintah menargetkan 2018."



Tifatul Lantik 9 Anggota KRT-BRTI
Tifatul Lantik 9 Anggota ...

Serang (ANTARA News) -Mulai April 2013 masyarakat Banten bersiap untuk beralih dari penyelenggaraan televisi analog ke televisi digital.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Banten Muhibudin di Serang, Senin mengatakan, sesuai Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Nomor 22 tahun 2011 tentang penyelenggaraan penyiaran TV digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar, dan Peraturan Menkominfo No. 23/2011 berisi tentang rencana induk frekuensi radio untuk keperluan TV siaran digital terestrial pada pita frekuensi radio 478-694 MHz. dan 23/2011, Banten masuk dalam satu zona bersama DKI Jakarta.

"Banten dan DKI Jakarta masuk zona IV. Pemberlakukan penyelenggaraan televisi digital mulai tahun ini untuk Pulau Jawa dan Kepulauan Riau," kata Muhibudin.

Ia mengungkapkan, dalam Peraturan Menkominfo No 22/20111 ada dua istilah yakni Lembaga Penyiaran Penyelenggaraan Program Multifleksing dan Lembaga Penyiaran Penyelenggaran Program Siaran(LP3S). Sedangkan dalam Peraturan Menkominfo No 23/2011, pemerintah sudah mengalokasikan masing-masing zona sebanyak 6 kanal.

"Untuk zona IV DKI Jakarta dan Banten, satu kanal sudah milik TVRI dan 5 untuk penyelenggara swasta," katanya.

Menurutnya, berdasarkan tender, penyelenggara penyiaran swasta yang lolos seleksi yakni Trans TV, Metro Tv, SCTV, TVOne, dan BS TV.

"Dari lima stasiun televisi yang lolos seleksi tersebut, satu merupakan televisi lokal yakni BS TV," kata Muhibudin.

Ia mengatakan, kelima televisi swasta yang lolos seleksi tersebut yang memiliki hak program siaran di DKI Jakarta dan Banten. Satu kanal bisa diisi maksimal 12 program siaran, sehingga televisi yang ingin menyiarkan program siaran harus bergabung ke salah satu televisi yang lolos seleksi tersebut.

Ia menjelaskan, tahap selanjutnya nanti dilakukan seleksi LP3S.

"Targernya April 2013 penyelenggaraan TV digital sudah diberlakukan seluruhnya di DKI Jakarta dan Banten. Untuk seluruh Indonesia, pemerintah menargetkan 2018," katanya.

Muhibudin mengatakan, televisi digital memiliki keuanggulan yakni memiliki jangkauan yang lebih luas dan gambar yang lebih jernih.

Muhibudin mengataan, terkait dengan pemberlakukan televisi digital ini, pihaknya berencana mengumpulkan pengelola televisi lokal di Banten dalam rangka mengetahui kesiapan dalam menghadapi penyelenggaraan televisi digital tersebut.

"Pasca Lebaran nanti kita kumpulkan pengelola TV lokal Banten," kata Muhibudin. (ANT)
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2012


HARGA PAKET PARABOLA

Tiap PAKET PARABOLA DIGITALL yang anda pilih anda akan mendapatkan 
(Tergantung jenis paket parabola ) :
* 1 Unit Parabola  
* 1 Unit Receiver Digitall
* Unit LNBF 
* 1 Set Acctuator + Possitioner
* 10 mtr Kabel Coaxial 5C 75 ohm
* 10 mtr Kabel Controll
* 1 Set Tiang Standart 1,5 mtr
* Pemasangan Gratis 1 TV
* Garansi Pemasangan 3 bln
* Garansi Receiver 1 thn

HUB :

089 668 666 443
0853 2776 1705

PAKET

CHANNEL

LNB

HARGA
1
40
2 LNB
1.100.000
2
90
3 LNB
1.200.000
3
140
4 LNB
1.300.000
4.HDMI
150
4 LNB
2.000.000
5.Resiver YESTV
140
4 LNB
1.750.000
6.Gerak
400
1 LNB
1.750.000
7.2TV R
40
2 LNB
1.800.000
6.4TV R
40
2 LNB
2.500.000
6.2TV R
80
3 LNB
2.500.000
Baca Selengkapnya ...

BEBERAPA CHANNEL PARABOLA FTA




KLIK GAMBAR ATAU SAVE IMAGE AS >>>>
 UNTUK MELIHAT DETAIL LEBIH JELAS


HARGA PAKET PARABOLA

Tiap PAKET PARABOLA DIGITALL yang anda pilih anda akan mendapatkan 
(Tergantung jenis paket parabola ) :
* 1 Unit Parabola  
* 1 Unit Receiver Digitall
* Unit LNBF 
* 1 Set Acctuator + Possitioner
* 10 mtr Kabel Coaxial 5C 75 ohm
* 10 mtr Kabel Controll
* 1 Set Tiang Standart 1,5 mtr
* Pemasangan Gratis 1 TV
* Garansi Pemasangan 3 bln
* Garansi Receiver 1 thn

HUB :

089 668 666 443
0853 2776 1705

PAKET

CHANNEL

LNB

HARGA
1
40
2 LNB
1.100.000
2
90
3 LNB
1.200.000
3
140
4 LNB
1.300.000
4.HDMI
150
4 LNB
2.000.000
5.Resiver YESTV
140
4 LNB
1.750.000
6.Gerak
400
1 LNB
1.750.000
7.2TV R
40
2 LNB
1.800.000
6.4TV R
40
2 LNB
2.500.000
6.2TV R
80
3 LNB
2.500.000


Baca Selengkapnya ...

Era Tv Digital Indonesia, PARABOLA SEMARANG




Pada tahun 2015 nanti TV yang Anda tonton selama ini (analog) akan segera bergeser diganti oleh TV Digital. Jadi, mau tidak mau Anda pun harus berubah ke TV digital yang pada tahun ini mulai diujicoba di Jawa dan Kepulauan Riau.

Perubahan dari TV analog ke TV digital adalah berdasarkan kesepakatan The Geneva Frequensy Plan Agreement tahun 2006 yang disetujui seluruh negara anggota ITU (International Telecommunication Union), suatu badan di bawah PBB yang khusus mengurusi telekomunikasi. Indonesia adalah anggota ITU, jadi ya harus tunduk pada keputusan organisasi ini. Kespakatan tersebut menjadwalkan tahun 2015 sebagai akhir dari era TV analog, yakni jenis TV yang biasa kita tonton selama ini.

Pertanyaannya: kenapa harus berubah jadi digital?
Penjelasannya kurang lebih begini: TV digital akan menyebabkan efisiensi dalam penggunaan frekuensi, yang semula pada sistem analog satu frekuensi untuk satu TV, maka pada sistem digital satu frekuensi bisa untuk 12 saluran TV, jika menggunakan teknologi DVBT 2, atau 8 saluran jika menggunakan DVBT saja.

Tahun 2007 Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kominfo No. 7 tentang Standard Penyiaran Digital Terestrial. Pada saat itu Indonesia merencanakan menggunakan DVBT saja (satu frekuensi bisa untuk 8 saluran TV). Permen ini merupakan implementasi dari PP 50 tahun 2005 tentang Lembaga Penyiaran Swasta. Selanjutnya dikeluarkan pula Permen no. 39 tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Digital Terestrial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar. Berdasar Permen ini maka dilakukanlah uji coba TV digital, yang diselenggarakan oleh dua lembaga, yaitu TVRI dan Konsorsium TV Digital Indonesia di Jakarta dan beberapa kota besar lain di Jawa. Dimulai pada tahun 2009, sampai sekarang uji coba tersebut masih bisa dilihat apabila TV kita sudah digital atau menggunakan alat bantu Set Top Box.

Setelah uji coba dari tahun 2009 hingga 2011, dikeluarkanlah Permen Pengganti (baru), yaitu Permen no. 22 tahun 2011, tentang Penyelenggaraan Penerimaan Televisi Digital Terestrial Penerimaan Tetap tidak Berbayar (Fre to Air). Perbedaan dengan Permen sebelumnya: jika semula memakai DVBT sekarang memakai DVBT 2. Sama dengan yang dipakai Italia, USA, dll.

Berdasar perencanaan Road map dan diperkuat Perman 22 tahun 2011 akan segera dilakukan SIMULCAST, yaitu siaran berbarengan antara yang Analog seperti sekarang, bareng dengan Digital yang juga akan segera siaran. Untuk yang digital di setiap zona siaran (misal, Jakarta satu zona, Jawa Timur satu zona) akan disediakan 6 Multiplekser/MUX (6 frekuensi), masing masing multiplekser bisa diisi 12 saluran TV. Jadi di setiap kota besar akan ada 6 Mux, sehinggapada setiap zona bisa (maksimum) 72 saluran TV. Bandingkan dengan sekarang maksimum di tiap kota hanya boleh 12 sampai 16 saluran, itupun 10 saluran sudah dikapling TV-TV besar dari Jakarta, sehingga TV Baru dan TV Lokal kebagian jatah sedikit.

Indonesia dibagi dalam 15 zona, berarti juga ada (maksimum) 15 X 6 Muks, masing -masing muks ada 72 kanal TV. Dengan demikian akan memungkinkan diversity of content yang lebih baik.

Keuntungan lain dari TV digital, selain pilihan yang lebih banyak, juga kualitas gambar dan suara yang lebih jernih. Karena pelaku siaran jumlahnya makin banyak, akan mendorong persaingan program siaran yang lebih berkualitas, penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak. Bila Indonesia tidak mau berubah ke digital, kita akan terisolir karena semua industri TV tidak lagi memproduksi TV analog. Industri konten juga akan menjadi digital.

Untuk bisa mengakses siaran TV digital, Anda butuh TV digital, atau tetap pakai TV lama tapi ditambah set top box (ANTENA PARABOLA ) dengan harga antara RP.1JT  sampai 2JT rupian. 


HARGA PAKET PARABOLA

Tiap PAKET PARABOLA DIGITALL yang anda pilih anda akan mendapatkan 
(Tergantung jenis paket parabola ) :
* 1 Unit Parabola  
* 1 Unit Receiver Digitall
* Unit LNBF 
* 1 Set Acctuator + Possitioner
* 10 mtr Kabel Coaxial 5C 75 ohm
* 10 mtr Kabel Controll
* 1 Set Tiang Standart 1,5 mtr
* Pemasangan Gratis 1 TV
* Garansi Pemasangan 3 bln
* Garansi Receiver 1 thn

HUB :

089 668 666 443
0853 2776 1705


PAKET

CHANNEL

LNB

HARGA
1
40
2 LNB
1.100.000
2
90
3 LNB
1.200.000
3
140
4 LNB
1.300.000
4.HDMI
150
4 LNB
2.000.000
5.Resiver YESTV
140
4 LNB
1.750.000
6.Gerak
400
1 LNB
1.750.000
7.2TV R
40
2 LNB
1.800.000
6.4TV R
40
2 LNB
2.500.000
6.2TV R
80
3 LNB
2.500.000



Baca Selengkapnya ...